Sabtu, 14 Mei 2011

Syarat Utama Untuk Berhasilnya Penelitian (METOD)

penelitian yang efektif tidak dapat terjadi seenaknya saja, tetapi harus didukung oleh faktor – faktor penunjang serta sarana dan prasarana yang cukup. Disamping faktor peneliti itu sendiri, maka faktor lingkungan sangat penting artinya dalam menunjang keberhasilan penelitian. Misalnya penelitian yang direncanakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Filipina di Los Banos. Sejak tahun 1940-1942 dan 1947-1959 telah dikerjakan 163 penelitian. Tetapi antara 1942-1947 tidak ada penelitian , hal itu disebabkan oleh :
-          Atmosfir untuk penelitian yang tidak memungkinkan
-          Data penelitian sebelumnya telah hilang akibat perang dunia ke 2
-    Perangsang untuk mengadakan penelitian menurun, karena kekurangan sarana penelitian, kekuranga dana, tidak ada ketenangan serta kurang jaminan keselamatan si peneliti tersebut
-       Perhatian peneliti lebih banyak dicurahkan untuk mencari nafkah, karena gaji tidak memadai.

Selain itu Somers (1959) memberikan beberapa syarat agar penelitian berjalan lancar :


Adanya Kesadaran Masyarakat
Masyarakat harus menyadari dan disadarkan akan perlu dan pentingnya penelitian dalam pembangunan. Ilmuan mengkehendaki laboratorium, lapangan percobaan, alat, bahan –      bahan serta kesempatan untuk mengikuti konferensi dan kegaitan ilmiah. Semua          memerlukan biaya yang mana biaya ini akan diperoleh jika masyarakat sadar akan       pentingnya penelitian. Seorang ilmuwan perlu diunjang dengan bayaran yang mencukupi sehingga ia bisa melimpahkan waktu dan konsentrasinya kepada penelitian.

Harus Ada Pembiayaan yang memadai
Biaya ini harus datang dari rakyat, pemerintah maupun dari pihak swasta. Biaya  penelitian secara realtif memang mahal, tetapi biaya tersebut akan selalu dikembalikan dengan jumlah yang besar dengan berhasilnya penelitian. Ilmuwan harus memberitahukan kepada masyarakat akan hasil penemuannya, agar kepercayaan masyarakat dapat ditingkatkan, meningkatnya kepercayaan masyarakat akan memudahkan pengadaan biaya penelitian.

Hasil Penelitian harus diterapkan
Penerapan hasil penelitian dengan segera merupakan suatu perangsang bagi peneliti. Adalah suatu kehormatan dan kebanggana bagi peneliti jika hasil penelitiannya diterima dan dipakai untuk kebaikan umat. Biasanya, jika penemuan terus diebarkan oleh penyuluh dan diterima oleh masyarakat, maka tidak lama setelah itu akan menyusul hasil penelitian lain dari peneliti tersebut.

Harus ada kebebasan dalam meneliti
Penelitian akan berhasil baik jika dalam meneliti terdapat kebebasan, walaupun kebebasan ini tetap berada dalam batas – batas moral yang dapat diterima masyarakat. Tiap peneliti harus bebas memilih masalah dan bebas melapor hasil penelitannya.

Peneliti harus Memenuhi Syarat
Peneliti harus benar – benar ilmuwan yang berbobot. Seorang peneliti harus menguasai ilmu di bidangnya dan harus mempunyai devosi dan pengabdian yang tinggi dalam mengejar ilmu pengetahuan, serta memiliki kejujuran intelektual, integritas, rajin, tanggung jawab dan berkemauan keras.

Tingkat efisiensi serta efektivitas dari penelitian tentu tidak sama. Efisiensi penelitian sangat tergantung pada keterampilan peneliti dan teknisian, organisasi penelitian serta kepemimpinan dan hibingan antaunit dalam meneliti, orientasi kegiatan penelitian terhadap masalah ekonomi yang dihadapi.


Kualifikasi peneliti harus didasarkan pada intelegensia, kekuatan bekerja serta sifat jujur dan rajin. Whiney (1960) memberikan beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh peneliti, yaitu :
Daya nalar.
Yaitu adanya kemampuan untuk memberi alasan dalam memecahkan masalah

Originalitas.
Peneliti harus mempunyai daya khayal ilmiah dan harus kreatif, peneliti harus mempunyai inisiatif yang berencana serta subur dengan ide – ide dan menghindari penjiplakan

Daya ingat.
Seorang peneliti harus memliki daya ingat yang kuat, selalu ekstensif dan logis, dapat dengan sigap melayani masalah serta menguasai fakta – fakta
Kewaspadaan.
Seorang peneliti harus secara cepat dapat melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi atas suatu variabel/fenomena

Akurat
Peneliti harus mempunyai tingkat pengamatan serta perhitungan yang akurat, tajam dan beraturan.

Konsentrasi.
Peneliti harus mempunyai kekuatan konsentrasi yang tinggi, kemauan yang keras serta tidak cepat muak

Dapat bekerja sama.
Peneliti harus memiliki sifat kooperatif, dapat bekerja sama dengan siapa pun. Harus mempunyai keinginan untuk berteman, dan dapat bekerja secara teamwork

Kesehatan.
Seorang peneliti harus sehat baik jiwa maupun fisik, harus stabil, sabar, dan penuh vitalitas

Semangat.
Peneliti harus memiliki semangat untuk meneliti, peneliti harus mempunyai kreatifitas dan hasrat yang tinggi

Pandangan moral.
Peneliti harus memiliki kejujuran intelektual, mempunyai moral yang tinggi, beriman dan dapat dipercaya.

Tingkat keterampilan dalam melaksanankan penelitian dapat dikategorikan atas 4 tingakatan yaitu :

Keterampilan inventif (inventive skill)
Keterampilan inventif merupakan sifat umum dari manusia. Seorang petani yang sederhana dapat menemukan sesuatu dengan pengalamannya, keterampilannya dinamakan keterampilan inventif. Keterampilan jenis ini tidak memerlukan penataran/training secara formal

Keterampilan teknis-engineering
Sarjana – sarjana lulusan universitas memiliki keterampilan ini, yang merupakan hasil dari terapan text book untuk memecahakan masalah teknis yang dihadapi

Keterampilan teknis-ilmiah
Biasanya diperoleh sesudah menamatkan program magister pada perguruan tinggi. Keterampilan ini berjenis – jenis tingaktannya dan keterampilan yang diperoleh dapat menguasai teknik dan cukup kemampuan ilmiah serta background teori dalam mengadakan analisa

Keterampilan ilmiah-konseptual
Dengan meningkatnya derajat keilmuan sesorang dan semakin dekatnya sesorang mencapai scientific frontizer of knowledge, serta pengalaman yang cukup banyak, maka si peneliti telah memperoleh keterampilan konsepsional. Skill ini dimiliki oleh peneliti yang cukup berpengalaman dan oleh Doktor – Doktor Filosofi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar