Senin, 13 Juni 2011

Metode Ilmiah

Metode ilmiah
Metode ilmiah adalah cara yang menggunakan gabungan antara penalaran deduktif dengan penalaran induktif sehingga menimbulkan prinsip rasionalisme dan empirisme.

Tujuan mempelajari metodologi penulisan karangan ilmiah
  1. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
  2. Meningkatkan kemampuan menggunakan fakta untuk menyokong kesimpulan umum yang ditarik dari fakta atau menyokong rekomendasi.
  3. Belajar untuk dapat membedakanantara fakta dari pendapat, membedakan istilah atau kata-kata yang referensial serta belajar untuk menghilangkan pendapatyang tanpa dukungan bukti.
  4. Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis dengan mencari beda antara karya ilmiah dengan yang tidak ilmiah.
  5. Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karya ilmiah.
Penalaran deduktif

Penalaran deduktif terdiri atas:
Silogisme kategorik
Adalah silogisme yang terjadi karena tiga proposisi.
Contoh:
Semua bunga harum. (premis mayor)
Melati adalah bunga. (premis minor)
Jadi, melati harum. (simpulan)
Silogisme hipotetik
Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis.
Contoh:
Jika hujan, saya akan naik becak.
Sekarang hujan.
Jadi, saya naik becak. (simpulan)

Silogisme disjunktif
Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif atau pilihan.
Contoh:
Rudi berada di rumah atau di toko.
Ternyata di toko.
Jadi, Rudi tidak berada di rumah. (simpulan)

Penalaran induktif

Generalisasi
Adalah proses penalaran yang mengandalkan pengkategorian dari khusus ke hal yang umum.
Contoh:
Jika dicium, mawar harum.
Jika dicium, melati harum.
Jika dicium, kamboja harum.
Jadi, jika dicium, bunga harum. (simpulan)

Analogi
Adalah cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama atau kebalikan.
Contoh:
Nina adalah lulusan kelas unggul A.
Nina mendapatkan nilai yang baik.
Bobi adalah lulusan kelas unggul A juga.
Jadi, Bobi juga mendapatkan nilai yang baik. (simpulan)

Hubungan kausal
Adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan atau yang sering muncul.
Contoh:
Teh, gula, kue    mendatangkan semut.
Gula, cokelat      mendatangkan semut.
Jadi, gula mendatangkan semut.

Atau

Teh, gula, kue     mendatangkan semut.
Teh, kue               tidak mendatangkan semut.
Jadi, gula mendatangkan semut.

Sikap ilmiah
Sikap ilmiah tediri atas:
  1. Sikap ingin tahu; selalu bertanya-tanya mengenai sesuatu hal
  1. Sikap kritis; selalu berusaha mencari hal-hal yang ada dibelakang gejala atau fakta yang telah didapat.
  1. Sikap terbuka; selalu bersedia mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain.
  1. Sikap objektif; menyisihkan perasaan pribadi ”personal bias”.
  1. Sikap rela menghargai karya orang lain; jiwa besar dalam menghargai karya orang lain.
  1. Sikap berani mempertahankan kebenaran; konsistensi dalam penulisan sehingga terwujud kefaktaan
  1. Sikap menjangkau ke depan; bersifat futuristik 

sumber : http://tressyalina.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar